Dikembangkan Jamur Pengendali Penyakit Sawit

Pusat Penelitian dan Pengembangan Asian Agri Group Tebing Tinggi, Sumatera Utara sedang mengembangkan riset jamur Trikoderma sebagai pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kelapa sawit yang disebabkan jamur Ganoderma.
Pusat Penelitian dan Pengembangan Asian Agri Group Tebing Tinggi, Sumatera Utara sedang mengembangkan riset jamur Trikoderma sebagai pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kelapa sawit yang disebabkan jamur Ganoderma.

Jamur Trikoderma ini merupakan pengendali alami. Riset yang tengah dilakukan adalah untuk memastikan tingkat keberhasilan pembasmian dan pengaruhnya terhadap produktivitas tanaman sawit.

Head Agronomy Departemen Pusat Penelitian dan Pengembangan PT Nusa Pusaka Kencana Asian Agri Group Abdul Azis mengatakan riset yang dilakukan di Perkebunan Bahilang, Tebing Tinggi dan berada dalam Asian Agri Sumatera ini mengatakan Ganoderma salah satu penyakit yang menjadi momok menakutkan karena sejauh ini belum ada obatnya.

"Penyakit ini menyerang jaringan tanaman seperti kanker yang baru terdeteksi pada stadium empat," katanya saat ditemui di perkebunan sawit,  Bahilang, Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Rabu (13/11).

Tanaman sawit generasi kedua lanjutnya paling rentan penyakit ini. Waktu tumbuh sawit generasi pertama ke generasi kedua butuh waktu 20-25 tahun. Serangan Ganoderma dimulai jamur berkoloni dulu barulah menyerang tanaman. Jamur ini bisa datang dari akar atau pun angin.

Saat ini tambahnya,  jika satu tanaman sawit terkena Ganodherma bisa menular ke tanaman sawit lainnya.  Hingga saat ini  ribuan hektar tanaman sawit di  Sumatera sudah terserang penyakit ini.

"Akibat penyakit ini populasi tanaman turun dan produktivitas sawit turun 30-50 persen," ucapnya.

Abdul menjelaskan penyakit ini membentuk satu koloni selama 8-10 tahun untuk bisa mematikan tanaman,  begitu sudah menyerang ditebang atau disisip tanaman pengganti pun tidak efektif.

"Kita sudah skirining satu benih yang bisa tahan terhadap jamur ini," ungkapnya.

Dalam riset terhadap benih ini, bibit diberi Ganoderma. Lalu dalam pengembangan teknologi pengendalian hama biokontrol secara alami bukan kimia, benih diberi jamur Trikoderma (endophytic trichoderma) yang diinduksikan ke tanaman muda.

Jamur Trikoderma ini akan melindungi akar jamur dari Ganoderma yang masuk ke akar. Namun Trikoderma harus masuk lebih dahulu ke dalam tanaman.

Aplikasi riset ini ke dalam tanaman sawit dimulai tahun 2012. Namun uji coba pernah dilakukan di perkebunan Pulau Maria Asahan Sumatera Utara, tanaman yang diberi Trikoderma hanya memiliki 5 persen risiko terserang Ganoderma sedangkan yang tidak diberi Trikoderma mencapai 30 persen.

Sementara itu hama lain yang kerap menyerang tanaman sawit adalah kumbang tanduk (oryctes). Untuk membasmi hama ini digunakan pula pemangsa alami yakni jamur Meterrhizium yang dapat mematikan larva kumbang tanduk, sehingga dapat memutus siklusnya.

Pengembangan kedua jamur pemangsa alami ini di laboratorium. menggunakan media beras dengan formulasi zeolit.

Pengembangan riset jamur Trikoderma dan Meterrhizium masih dilakukan di laboratorium Pusat Penelitian dan Pengembangan Asian Agri Group Tebing Tinggi.

Ditargetkan dalam waktu dekat sudah ada kepastian hasil riset ini dan mendapat sertifikasi hasil riset.

Selain itu Perkebunan Bahilang juga memiliki laboratorium penelitian dan pengembangan kontrol kualitas. Di laboratorium ini,  perusahaan, masyarakat, mahasiswa bisa mendapat layanan pengecekan kualitas tanah, daun, pupuk, minyak sawit dan unsur-unsur lain pendukung tanaman sawit.

Asisten Kepala Kebun Bahilang PT Nusa Pusaka Kencana Asian Agri Group Rita Tambunan mengungkapkan dari total luasan 1.019 hektare Bahilang, 951 hektar ditanami kelapa sawit.

"Untuk meningkatkan produktivitas, kita pun mengembangkan bibit unggul Topas sawit yang tahan hama ulat api dan jamur," ujarnya.

Target produktivitas Topas 40 ton per hektar dimana sebelumnya 28-32 ton per hektar. 


Sumber: http://www.suarapembaruan.com/home/dikembangkan-jamur-pengendali-penyakit-sawit/44911

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dikembangkan Jamur Pengendali Penyakit Sawit"

Posting Komentar